Susahnya Bikin Skripsi :((

Bagi pemula, membuat tulisan formal yang bernuansa akademis susahnya minta ampun. Bagaimana memulai sebuah tulisan membuat kepala menjadi pening. Akhirnya menyerah dan tulisanpun tinggal kenangan. Sangat susah memang. Sebenarnya menulis bukanlah masalah besar bagi mereka yang terbiasa membaca. Karena dengan banyak membaca paling tidak kalimat yang ada di buku serta gaya bahasa di buku tersebut akan terkristalisasi di dalam benak pembacanya.
Apabila dicermati sebenarnya untuk memulai menulis sebuah tulisan formal bisa diawali dengan menulis apapun yang ada di dalam benak kita. Tuangkan hal apapun dalam sebuah kertas yang penting ide kita tersampaikan. Jangan takut untuk memulai sebuah tulisan. Baik dan benar itu masalah nanti.
Practice make perfect kira - kira begitulah sebuah pepatah mengatakan. Mencoba terus menerus tanpa henti.
Logika berfikir di dalam menulis skripsi
Apabila kita sudah terbiasa menulis, langkah berikutnya adalah mencoba untuk menelaah lebih rinci lagi apa yang kita tulis. Apabila dikaitkan dengan apa yang akan kita tulis di dalam sebuah skripsi maka perbanyak membaca buku referensi. Karena menulis skripsi harus berpijak pada teori dan fakta serta data. Memang menyalin itu mudah (apabila kita mau menjadi seorang plagiator), akan tetapi esensinya bukan di situ.
Menjabarkan antara teori (formal logik) dengan data lapangan (informal praktis) merupakan suatu keharusan. Artinya membandingkan teori yang ada dengan kondisi sebenarnya harus di analisis.
Urutan urutan di dalam sebuah skripsi agar saling menyambung antara bab per bab adalah:
1. BAB I pola penulisannya deduktif. Artinya kita menceritakan dari hal - hal umum ke khusus mengenai apa yang akan kita bahas. Pembahasan di batasi di dalam identifikasi masalah. Tentu saja di dalam BAB I ini ditemu kenali permasalahan yang urgent untuk di tulis. Permasalahan terjadi manakala kondisi ideal (teoritis) tidak sesuai dengan kondisi aktual.
BAB II berisi mengenai teori2 yang ada kaitanya dengan identifikasi masalah di BAB I. Hilangkan pandangan mengenai "yang penting tebel skripsinya" sampai - sampai teori yang tidak ada hubungannya dengan skripsi ditulis banyak-banyak.
BAB III berisi mengenai obyek yang diteliti dan metodologi penelitiannya. Perlu diingat bahwa di dalam metodologi penelitian segala jenis alat statistik harus dijelaskan.
BAB IV berisi pembahasan yang disesuaikan dengan identifikasi masalah di BAB I. Artinya apabila di identifikasi masalah terdapat 3 bahasan, maka di BAB IV inipun berisi 3 bahasan.
BAB V berisi mengenai simpulan dan saran. Perlu diingat bahwa hal yang disimpulkan adalah semua yang berkaitan dengan identifikasi masalah. Artinya apa yang telah di bahas di BAB IV tinggal di ambil kesimpulannya. begitu juga dengan saran. Saran yang diberikan harus bersifat operasional teknis. Seperti di dalam berpromosi misalkan. Sebutkan promosi harus berapa kali dalam seminggu sebulan atau satu tahun. Kalimatnya seperti; "Promosi di koran harus digencarkan seminggu tiga kali" tidak lagi memakai kalimat "promosi harus digencarkan". Dan seterusnya....
Ingat bahwa gaya bahasa di dala skripsi harus formal. termasuk di dalam memberikan kalimat di Kata pengantar. Tidak lagi memberikan ucapan yang menggunakan bahasa tidak formal seperti
4. to my beloved girlfriend....... thanks atas perhatiannya
5. Thanks bro
6. dll
hilangkan kalimat seperti itu, karena kondisinya formal.
Setelah membaca tulisan ini siapkah Anda untuk menulis skripsi??? Jangan ditunda sampai orang lain selesai. Justru ketika orang lain menulis kitapun dapat menjadi partner bagi mereka. Bersiaplah.....!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar